Senin, 31 Juli 2017

Anak Asuh

Seminggu kemarin suami ngajak makan malam, bukan ketempat yang mewah maupun romantis, candle light dinner ??? bfff... itu cuman terjadi pas sebelum dan awalan nikah deh wkwkwkkk. Tapi memang tempat makan favorit kita berdua sih, yaitu Sego Kucing. Numben, kubilang dalam hati dan sebagai istri pasti tau dong apa gerangan yang disembunyikan oleh suaminya, ku pikir pasti ada hal yang mau diomongin.

Malam itu angin cukup terasa dingin karena habis turun hujan, namun terasa sejuk untuk daerha Banjarbaru. Singkatnya setelah kami memesan beberapa makanan, suamiku enggak juga bilang apa-apa dan malah jadi aku yang gusar, mungkin dia akan bilang sehabis makan. Dan bener aja setelah makan dia mulai membuka pembicaraan.

Dia bercerita tentang kegiatannya di kantor, sesekali meminta pendapatku untuk rencana kedepan. Yah sebagai istri memang saya sangat senang mengkritik pekerjaan suami, bukan kritikan yang menyepelekan tapi untuk membangun potensi suamiku. Dan suamiku juga orangnya terbuka, yang terpenting jangan usik wilayah ego-nya saat memberikan saran, pendapat bahkan kritikan. Lalu pembicaraan mulai menjurus agak serius tapi memang dasar ya suamiku tuh engga bisa mengutarakan pelan-pelan alias to the point.

Dia bilang ada kemungkinan dia akan naik jabatan, dan aku sedikit kaget meski belakangan ini aku sedikit optimis dengan keadaan. Meskipun belum ditetapkan, sebagai istri aku bersyukur karena suamiku patut diperhitungkan dikantornya. Lalu kedua dia bernadzar dan ini gak main-main, dia ingin ngangkat anak yatim piatu !!! Aku kaget luar biasa, bukan karena aku engga siap, tapi karena impian aku selama ini akan terkabul, Subhanallah Allahu Akbar !!!.

Dulu 5 tahun yang lalu, aku pernah memimpikan kalau aku bisa ngurus anak yatim piatu, 7 tahun yang lalu aku rutin mengunjungi salah satu asrama yatim piatu di dekat BEC Bandung. Pertama kali kesana aku ke bagian anak bayi, ya Allah sedih saya melihat kondisi mereka, meskipun mereka jauh lebih baik di asrama tapi yakinlah jika mereka harus memilih pastilah mereka memilih bersama kedua orang tuanya. Sebagian besar mereka di tinggal meninggal oleh kedua orang tuanya sehingga keluarga terdekatnya memberikan anak-anak tersebut ke asrama karena faktor ekonomi.

Saya dulu bercita-cita ingin sekali mempunyai anak asuh saya pikir anak laki-laki lebih baik karena nanti pada saat menikah saya engga usah lagi repot cari walinya. Saya sangat senang dengan anak-anak. Yang terpikirkan adalah mengasuhnya sedari bayi.

Lalu suamiku bernadzar demikian, aku kaget karena doaku akan terkabul, doa yang aku ucapkan 5 tahun lalu, bahkan sebelum aku mengenal suamiku. Oh Ya Allah sungguh Besar KaruniaMu, aku bilang kepada suamiku apa sudah dipertimbangkan dengan baik nadzar-nya ? Apa sudah dipikirkan dengan matang konsekuensinya bagaimana ? Bagaimana kalau pada prosesnya aku hamil, apakah tetap jadi ?Dia bilang sudah dan mantap lagi pula bukan karena saya belum hamil, ini murni nadzar dia, insya Allah.

Alhamdulillah, setelah dipertimbangkan akhirnya kami memilih untuk mengasuh anak yatim piatu dari anak perempuan. Pertimbangannya anak perempuan tidak akan menjadi canggung saat aku berdua di rumah dengannya, beda dengan anak laki-laki karena dia bukan mahram sehingga saat berdua dengannya maka wajib menjaga aurat didepannya meskipun masih kecil. Terlebih yang akan kami ambil adalah anak umur 6 tahun, sehingga secara kebutuhan dia sudah mampu oleh sendiri. Dan mudah-mudahan dilancarkan karena rencana ini belum kami utarakan kepada orang tua kami.

Alasan terbesar kami mantap mengangkat anak asuh adalah karena kami ingin nantinya kami berdekatan dengan Rasulullah di akhirat kelak. Kami tidak pedulu cemoohan orang lain, kami tidak perduli dengan komentar orang. Kami justru ingin menebarkan energi positif pada teman-teman sekalian, bahwa bukan hal tabu mengangkat anak yatim piatu, bahkan doa anak yatim piatu itu tidak ada penghalang sampai dia baligh.

Kelak jika itu terwujud, kami berkomitmen tidak akan meninggalkan identitas anak tersebut, mereka wajib mendoakan kedua orang tuanya dan sayang terhadap keluarga walinya. Semoga kelak apa yang kami contohkan pada anak asuh kami menjadi contoh kembali kelak baginya. Amiin allahuma amiin.