Senin, 29 Januari 2018

Promil di Banjarbaru part 2

Tanggal 27 Januari kemarin aku dan suami memutuskan untuk berobat ke RS. Pelita Insani, awalnya cuman mau ke dokter umum aja soalnya aku dan suami lagi flu berat. Eh iseng tanya dokter kandungan yang jaga hari ini ke reception, ternyata dr. Fatthurahman yang jaga  langsunglah booking, dan setelah periksa di dokter umum langsung nunggu depan ruangannya dokter kandungan.

Setelah di cek tensi dan berat badan gak lama nama sayapun di panggil, tapi ngeselin emang timbangan di dokter kandungan ini kayanya gak pernah di kalibrasi, soalnya aku timbang di ruang dokter umum sama di dokter kandungan selisihnya 4kilo. Belum bilang sih ama si perawatnya tapi kan ga baek korupsi timbangan, yekan ?! ckckckck

Nah setelah masuk, saya agak kaget, dokternya ternyata masih muda, tapi gak muda-muda banget sih, mungkin sekitar 37-42an kayanya. Orangnya ramah, dan pertama kali dia nawarin mau langsung cek usg apa mau diskusi dulu. Aku pilih diskusi biar dia tau cerita awalnya kaya apa.

Sebenernya males sih kalo harus mengulang dan mengulang cerita dari awal, tapi kan memang harus yah, biar kedepannya engga misscom. Dan lagi pula cek kali ini hanya mau makesure aja apakah bener ada kista 4cm yang sebelumnya didiagnosa sama dr. Budi (Medika).

Beliau ngedengerin aku cerita dari awal sampai z, sampai tanya jawab dia jawab dengan santai dan gak buru-buru. Dan yang bikin aku respect adalah karena dia pay attention banget sama semua keluhan aku. Tapi lalu aku bisa membaca gesture dia yang seolah dia memang terbuka dengan semua pasien tapi balik lagi ke pasiennya, jadi intinya dia sih oke aja kalo mau promil sama dia, tapi diapun punya keterbatasan ilmu, teknologi dan fasilitas yang dokter kandungan lain punya. Jadi kalo sekedar ikhtiar obat dan diskusi dia oke tapi kalo kedepannya butuh tindakan dan dirujuk ke dokter lain itu menjadi keputusan pasiennya. Aku hargai komitmen dia sebagai dokter, dan aku salut, karena dia engga seperti dokter-dokter yang pernah aku kunjungi di Banjarbaru ini.

Setelah diskusi akhirnya aku USG, dan ternyata hasilnya benar, kista aku kurang lebih berukuran 4cm. Tapi menurut dr. Fatthur sih ini masih wajar, kista yang berukuran 6cm kebawah masih dianggap wajar tapi jika ingin ada tindakan bisa dilakukan drilling ataupun laparoscopy. Sebelumnya aku udah pernah baca-baca tentang laparoscopy, tertarik sih tapi suami belum ngijinin. Dan ternyata yang support laparoscopy di Kalsel cuman RS. Sari Mulya di Banjarmasin dengan rujukan dr. Iwan dan dr. Sauqy. Sebelumnya sempat ada uji coba laparoscopy di RS. Pelita Insani tapi kata dr. Fatthur harga alatnya gak support dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak rumah sakit (yaaahhh, padahal kan gpp yah, pasti kepake juga kan)

Laparoscopy / drilling method adalah suatu tindakan operasi dengan menggunakan sayatan kecil yang kemudian dimasukan seperti pen kedalam perut, lalu cara kerjanya si pen ini bentuknya seperti bor, jadi dia akan ngebolongin ovarium kita dengan cara di bakar oleh ujung pennya itu, jadi diharapkan setelah bolong ovariumnya diharapkan sel telur yang tidak berkembang dapat keluar dan digantikan oleh sel telur yang baru. Harga untuk satu tindakan operasi ini berkisar 35-45jutaan. Nah yang bikin aku bingung katanya sebagian rumah sakit bisa melalukan laparoscopy dengan bantuan BPJS. Tapi belum tau RS mana aja yang bisa.

Dr. Fatthur cuman ngasih obat vitamin dan antioksidan doang, biasanya aku diresepin metformin terus, tapi kali ini cuman vitamin doang. Pagi hari kami diresepkan minum antioksidan tinggi dari Asta Plus 1x1 dan aku sendiri ditambah vitamin Promavit 1x1 pada malam hari. Suami oke aja, kali ini dia lebih semangat, biasanya paling ogah minum obat  tapi kali ini tiap pagi minta disiapin obatnya hehehhe alhamdulillah. Dr. Fatthur hanya berpesan, saya hanya bisa bantu secara medis, tapi itupun tergantung Allah SWT, banyak berdoa dan sholat tahajud serta dhuha ya pak bu :), siiipplahh dok ;)

Jadi kami hanya diresepin 2 vitamin itu doang selama 1 bulan full. Jadwal kunjungan berikutnya engga dipatok sama dokternya, jadi tergantung pasiennya aja. Aku sih belum tau mau kapan kontrol lagi sih, nunggu mood aja kali yah hehehhe.

Oia Asta Plus ini obat antioksidan tinggi dan katanya paling bagus, dokternya nyaranin minum ini katanya biar menangkal radikal bebas dalam tubuh aja dulu, karena kita engga tau apa aja yang masuk dalam tubuh kita. Ngeliat reviewnya juga bagus untuk kualitas sperma laki-laki, tapi gak tau juga sih ya, kita coba aja dulu. Dan obat Promavit itu ternyata vitamin buat ibu hamil, aku lihat kandungannya sangat lengkap loh, ada minyak ikan tuna, omega 3, DHA, asam folat, dll (cek sendiri ya) jadi dalam satu kapsul sudah lengkap, gak perlu tambahan folavit atau asam folat lagi dalam bentuk obat. Konsultasi plus obat dengan dr. Fatthurahman di RS. Pelita Insani berkisar 700ribuan. Selain minum vitamin juga kami disarankan untuk rajin berolahraga dan menjaga asupan makanan.

Yah aku sih engga berharap banget 100% dari kunjungan ini bisa goll 100% juga, tapi dari pertemuan pertama ini mudah-mudahan bisa numbuhin semangat aku lagi untuk ketemu dokter kandungan. Karena sudah jatuh bangun kadang jadi males aja gituh untuk ketemu dokter kandungan hehhee.

Well, buat yang baca dan sepengalaman semoga kita bisa cepat dikasih keturunan yah, jangan patah semangat, kita engga tau kapan kita akan dikasih, tapi doa jangan putus, teruslah berdoa, setidaknya kita sudah berusaha semampu kita dengan jangkauan kita, selebihnya hanya Allah SWT saja yang berkehendak. Keturunan itu mutlak milik Allah SWT, Dialah yang Maha Berkehendak. Semoga kehendakNya jatuh pada kita secepatnya, aamiin allahuma aamiin