Udah terbiasa kerja dari lulus kuliah, nyari uang, belanja hasil kerja sendiri wuuuaaahhh pasti akan beda banget ya sama kehidupan ntar.
Kebetulan keadaan ini akan aku alamin nanti, apalagi nanti mau di boyong ke Banjarbaru-KalSel. Sedih ada, ninggalin keluarga kedua (my division) apalagi bonus dan komisinyahh ... ckckckkk
Tapi apa daya sang suami nanti maunya ga jauhan karena takut banyak godaan. Begitupun dengan aku sih hehehe, kasian udah nikah tapi nanti takut ngerasa masih ngebujang.
Papah bilang "Bagaimanapun keadaan setelah menikah itu akan berbeda dengan membujang, akan lebih banyak godaan, ketika suami sudah tau kebutuhan biologisnya sementara terpisah dari muhrimnya itu akan menjadi emosi yang terpendam, meski menikah bukan sebatas tidur bareng tapi pasti beda, naluri suami butuh istri untuk melindunginya, menjaganya dan menyayanginya begitupun naluri istri ingin selalu dengan suami, ikut aja kesana" Lain lagi sama mamah, awalnya beliau ga setuju tapi nasihat papah masuk akal, dan alhamdulillah akhirnya mamah juga restu.
Lagi pula bakti istri setelah menikah adalah kepada suaminya, dan bakti suaminya adalah kepada orang tuanya. Jadi kalo ada suami yang lalai berbakti kepada orang tuanya kita sebagai istri Wajib mengingatkan untuk berbakti kepada orang tuanya. Kenapa Suami mempunyai hak penuh atas Istrinya ? Karena pada saat ijab kabul, putuslah sudah tanggung jawab orang tua Istri kepada anaknya dan segala dosa Istrinya menjadi tanggungan penuh Suaminya, jadi masuk akal kan kalo Suami ingin selalu dekat dengan Istri, karena kalo Istri ga bener yang pertama di tanya di akhirat adalah Suaminya.
Ok balik lagi ke rezeki istri ...
Kesalahan yang paling sering adalah kita menganggap GAJI adalah rezeki padahal REZEKI engga sama dengan GAJI. Gaji merupakan hasil dari kita bekerja dan bekerja adalah proses dari ikhtiar menggapai rezeki Alloh SWT. Dan REZEKI Alloh SWT itu Maha Luas tidak hanya berbentuk materi bisa aja dengan kita selamat dari kehilangan sesuatu, kesehatan, rasa bahagia, kenyamanan itu juga sebagai bentuk rezeki-Nya.
Oia mungkin bisa klik link berikut, buat para calon istri yang senasib denganku nanti :
http://tipsduadunia.blogspot.co.id/2015/10/suami-kerja-istri-pun-kerja-bagaimana.html
Kita meskipun engga bekerja bisa banget dengan usaha beberapa berikut ini :
1. Istri yang pandai bersyukur
Istri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki. Punya suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur. Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur. Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu
memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku
sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)
2. Istri yang tawakah kepada Allah
Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3)
Jika seorang istri bertawakkal kepada
Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya.
Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung
diberikan kepada wanita tersebut. Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki
yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang
cukup kepada dirinya.
3. Istri yang baik agamnya
Rasulullah menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.
فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Beruntung itu beruntung di dunia dan di
akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan
mendapatkan rezeki yang halal.
Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua
anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan atau
nasibnya mengenaskan. Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak
bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Bisa jadi Allah hendak
memberikan rezeki kepada istri dan anak-anaknya melalui dirinya. Jadi
berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa,
Allah kemudian mempermudah rezekinya. Suami semacam itu sebenarnya
berhutang pada istrinya.
4. Istri yang banyak beristighfar
pada
diantara keutamaan istighfar merupakan mendatangkan rezeki. Hal itu
dapat diliat dalam Surat Nuh ayat 10 sampai 12. Jika beserta
memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak
harta.
“Maka
saya katakan pada mereka, ‘Mohonlah ampun dalam Tuhanmu’, sesunguhnya
ia merupakan Maha Pengampun, pasti dia akan mengirimkan hujan kepadamu
beserta lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu
kebun-kebun serta mengadakan (juga di dalamnya) sungai-sungai untukmu”
(QS. Nuh : 10-12).
5. Istri yang cinta silaturahim Istri yang getol menyambung silaturahim, baik pada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, dan saudari-saudari seaqidah, dalam intinya beliau sedang menolong suaminya memperlancar rezeki. Karena keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya serta dipanjangkan umurnya.
“Siapa
yg sukai dilapangkan rizkinya serta dipanjangkan umurnya hendaklah dia
menyambung silaturrahmi. ” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
6. Istri yang suka bersedekah Istri yang sukai bersedekah, beliau jua dalam intinya tengah melipatgandakan rejeki suaminya. Karena keliru satu keutamaan sedekah misalnya dijelaskan pada surat Al Baqarah, bakal dilipatgandakan Allah sampai 700 kali lipat. Namun jua hingga kelipatan lain sinkron sama kehendak Allah. Apabila istri pada beri nafkah sang suaminya, lantas sebagiannya ia pakai untuk sedekah, mungkin tidak pribadi dibalas melaluinya. Namun dapat jadi dibalas lewat suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rejekinya berlimpah. “Perumpamaan orang-orang yg menafkahkan hartanya di jalan Allah sama beserta sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) buat siapa saja yang dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha tahu. ” (QS. Al Baqarah : 261).
7. Istri yg bertaqwa Orang yg bertaqwa bakal menerima jaminan rejeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan beliau bakal mendapatkan rejeki menurut arah yang nir disangka-sangka. Misalnya firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3. “Barangsiapa bertaqwa dalam Allah, niscaya beliau bakal mengadakan jalan keluar baginya serta memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq : 2-3).
8. Istri yg selalu mendoakan suaminya apabila seseorang ingin menerima suatu hal, dia butuh mengetahui siapakah yg memilikinya. Beliau tidak dapat mendapatkan sesuatu itu tetapi dari pemiliknya. Begitulah rejeki. Rejeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rejeki. Jadi jangan cuma mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami supaya selalu mendapatkan limpahan rejeki berdasarkan Allah, serta yakinlah apabila istri berdoa dalam Allah buat suaminya tentu Allah akan mengabulkannya. “DanTuhanmu berfirman : Berdoalah kepadaKu niscaya Saya kabulkan” (QS. Ghafir : 60).
9. Istri yang suka shalat dhuha Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara beserta 360 sedekah buat menukar hutang sedekah setiap persendian. Shalat dhuha empat rakaat, Allah bakal mengklaim rejekinya sepanjang hari. “pada pada tubuh insan ada 360 sendi, yg seluruhnya mesti dikeluarkan sedekahnya. ” Mereka (beberapa kerabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah? ” dia menjawab, “Engkau bersihkan dahak yg ada dalam masjid merupakan sedekah, engkau menyingkirkan suatu hal yg Mengganggu menurut jalan yaitu Jadi apabila engkau tidak menemukannya (sedekah sebesar itu), jadi dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu. ” (HR. Abu Dawud) Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput berdasarkan empat rakaat di awal harimu, pasti Saya cukupkan untukmu pada sepanjang hari itu. ” (HR. Ahmad).
10. Istri yg taat serta melayani suaminya salah satu kewajiban istri pada suami yaitu mentaatinya. Sepanjang perintah suami tak dalam rangka mendurhakai Allah serta RasulNya, istri harus mentaatinya. Apa hubungannya beserta rezeki? Ketika seorang istri taat dalam suaminya, jadi hati suaminya juga damai dan hening. Ketika hatinya damai, dia sanggup berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya ada. Semangat kerjanya juga menggebu. Ibadah jua lebih damai, rizki mengalir lancar. [reportaseterkini.net]
Nah, kita calon istri surga suami kita ternyata hal diatas dapat mendatangkan rezeki suami kita, apalagi kalo kita ga banyak nuntut, pikiran suami pun tenang tapi dengan usaha yang lebih maksimal, karena pikirannya terfokus. Selain itu meskipun kita nanti ga kerja kan masih bisa usaha, bisa usaha apapun dengan waktu yang lebih flexible, bisa cari uang tambahan tapi kebutuhan suami, anak-anak nanti bisa terpenuhi.
Tenang aja, Allah SWT sudah menjamin selama kita masih bisa usaha (berikhtiar) Insya Allah Dia akan bukain rezeki kita.
Oh, Allah sungguh nikmat menjadi seorang istri, kau bebaskan kami menuju surgaMu melalui pintu mana saja yang kami suka. Jadikan kami istri yang dapat memberikan ketenangan, rasa nyaman, dan rasa penuh cinta kasih bagi Suami kami, jadikan kami istri yang Sholehah bagi Suami kami, Amin.

